The thought of little bee

Ratu Panggung

Kamis, 26 Maret 2020


Alia memasukkan perlengkapan pentas ke dalam tas. Malam ini gadis manis itu akan tampil. Latihan tari berbulan-bulan akan sampai pada puncaknya. Pementasan tari kolosal yang sudah dinanti. Tiket sudah terjual habis sejak 2 bulan lalu. Alia tak menyangka antusias masyarakat setinggi ini pada pentas tari. Di jaman modern ini tak banyak orang yang mau nonton pementasan semacam ini. Mereka lebih suka nonton konser penyanyi terkenal. Apalagi konser K- Pop Korea. Pasti akan banyak yang berduyun-duyun datang. Makanya Alia agak tercengan ketika mendengar 400 tiket terjual habis.
"Alia... Aku berangkat duluan, ya!" Suara Fina menggema dari ruang tamu. Mereka sesama penari. Hanya berbeda peran saja di pertunjukan ini. Alia mendapat peran utama sementara Fina adalah cadangan. Apabila Alia berhalangan maka Fina akan menggantikan.
Alia tahu Fina sangat menginginkan peran ini. Tapi hasil audisi menyatakan Alia sebagai pemeran utama.
"Nggak bareng aku aja, Fin?" Alia menimpali.
"Nggak usah. Aku mau mampir ke tempat Laras. Ada barangku yang ketinggalan."
"Baiklah. Sampai ketemu di gedung."
Proyek kolosal ini digagas oleh Kak Bara, seorang pegiat tari yang sudah go internasional. Audisi diadakan setahun lalu. Alia dan Fina bahkan melakukan audisi bersama. Penampilan mereka sama bagusnya. Namun Kak Bara dan timnya menilai penampilan Alia lebih sesuai sebagai karakter utama dibandingkan Fina. Meski begitu Fina tetap mendapatkan peran sebagai pengganti bila pemeran utama berhalangan.
Setelah audisi itu sikap Fina sedikit berubah. Ia terlihat lebih sering menjauhi dan menghindari Alia. Hanya menyapa seperlunya dan tak lagi banyak mengobrol atau bercanda dengan Alia. Padahal dahulu mereka selalu menghabiskan waktu berdua. Beberapa kali Alia mengajaknya mengobrol, namun Fina pergi dan menghindar. “Sorry, Al, aku sibuk.” Selalu begitu alasannya. Di saat lain Fina bahkan terang-terangan menunjukkan rasa tak sukanya pada Alia.
Alia pernah menanyakan langsung pada Fina tentang hal ini. “ Apa karena hasil audisi kemarin , lalu sikapmu menjadi berubah?” tanyanya suatu hari.
“Nggak ada hubungannya dengan audisi. Aku hanya sedang sibuk dan aku tak ingin diganggu siapapun.” Jawab Fina dengan ketus.Hal itu berlangsung sampai hari ini. Hari ketika pementasan akhirnya akan digelar.
Pict: notjustatourist dot com

Sepergi Fina, Alia meneruskan aktifitas. Setelah yakin semua barang sudah masuk tas, segera disambarnya kunci mobil. Sebuah city car yang dibeli dari hasil menari selama ini. Alia sering diundang ke acara-acara pernikahan maupun acara kantor untuk menari. Penghasilannya lumayan untuk membiayai kebutuhan sehari-hari dan sedikit menabung.
Alia melihat jam tangannya. Hari sudah hampir gelap, ia harus bergegas. Persiapan pementasan pasti membutuhkan waktu yang lama. Akan ada  gladi resik terakhir, make up, kostum, briefing, dan lain-lain.
Alia melajukan mobil agak kencang. Ia tak ingin terlambat sampai di lokasi acara. Kalau ia terlambat maka semua akan kacau. Ia tak ingin mengecewakan Kak Bara dan teman-teman lainnya yang sudah bersusah payah untuk pementasan ini.
Sesampai di gedung, dilihatnya poster besar terpampang di depan pintu masuk. Namanya tertulis jelas 'Alia Jasmine' . Sebentuk rasa bangga memenuhi dada.
Pukul 20.00 WIB, acara dimulai. Alia tampil dengan sempurna. Hanya saja ia tak mengerti, mengapa Fina juga ikut tampil bersamanya. Bukankah seharusnya Fina hanya peran pengganti? Hingga akhir pementasan, Fina masih saja tampil memerankan peran utama milik Alia.
            Pementasan berjalan lancar. Tepuk sorai penonton tak henti memberikan apresiasi. Alia menatap semuanya dari atas panggung. Dilihatnya teman-teman sesama penari. Fina bahkan berdiri di sampingnya. Memakai baju dan asesoris yang sama dengan Alia. Senyum teman serumahnya itu lebar.
*****
Di IGD Rumah Sakit, suasana nampak sibuk. Seorang pasien bersimbah darah di salah satu brankar. Dokter dan perawat jaga sedang memberi pertolongan. Namun sudah lebih dari 15 menit tak ada tanda-tanda kehidupan. Pasien itu dinyatakan telah meninggal. Seorang perawat menuliskan namanya pada sebuah formulir. Nama: Alia Jasmine, waktu kematian: 19.37 WIB.

**TAMAT**

2 komentar on "Ratu Panggung"

EMOTICON
Klik the button below to show emoticons and the its code
Hide Emoticon
Show Emoticon
:D
 
:)
 
:h
 
:a
 
:e
 
:f
 
:p
 
:v
 
:i
 
:j
 
:k
 
:(
 
:c
 
:n
 
:z
 
:g
 
:q
 
:r
 
:s
:t
 
:o
 
:x
 
:w
 
:m
 
:y
 
:b
 
:1
 
:2
 
:3
 
:4
 
:5
:6
 
:7
 
:8
 
:9