Alia memasukkan perlengkapan
pentas ke dalam tas. Malam ini gadis manis itu akan tampil. Latihan tari
berbulan-bulan akan sampai pada puncaknya. Pementasan tari kolosal yang sudah
dinanti. Tiket
sudah terjual habis sejak 2 bulan lalu. Alia tak menyangka antusias
masyarakat setinggi ini pada pentas tari. Di jaman modern ini tak banyak orang
yang mau nonton pementasan semacam ini. Mereka lebih suka nonton konser
penyanyi terkenal. Apalagi konser K- Pop Korea. Pasti akan banyak yang
berduyun-duyun datang. Makanya Alia agak tercengan ketika mendengar 400 tiket
terjual habis.
"Alia... Aku berangkat
duluan, ya!" Suara Fina menggema dari ruang tamu. Mereka sesama penari.
Hanya berbeda peran saja di pertunjukan ini. Alia mendapat peran utama
sementara Fina adalah cadangan. Apabila Alia berhalangan maka Fina akan menggantikan.
Alia tahu Fina sangat menginginkan peran ini. Tapi hasil audisi menyatakan Alia sebagai pemeran utama.
Alia tahu Fina sangat menginginkan peran ini. Tapi hasil audisi menyatakan Alia sebagai pemeran utama.
"Nggak
bareng aku aja, Fin?" Alia menimpali.
"Nggak usah. Aku mau mampir
ke tempat Laras. Ada barangku yang ketinggalan."
"Baiklah. Sampai ketemu di
gedung."
Proyek kolosal ini digagas oleh Kak Bara, seorang pegiat
tari yang sudah go internasional. Audisi diadakan setahun lalu. Alia dan Fina
bahkan melakukan audisi bersama. Penampilan mereka sama bagusnya. Namun Kak
Bara dan timnya menilai penampilan Alia lebih sesuai sebagai karakter utama
dibandingkan Fina. Meski begitu Fina tetap mendapatkan peran sebagai pengganti
bila pemeran utama berhalangan.
Setelah audisi itu sikap Fina sedikit berubah. Ia
terlihat lebih sering menjauhi dan menghindari Alia. Hanya menyapa seperlunya
dan tak lagi banyak mengobrol atau bercanda dengan Alia. Padahal dahulu mereka
selalu menghabiskan waktu berdua. Beberapa kali Alia mengajaknya mengobrol,
namun Fina pergi dan menghindar. “Sorry, Al, aku sibuk.” Selalu begitu
alasannya. Di saat lain Fina bahkan terang-terangan menunjukkan rasa tak
sukanya pada Alia.
Alia pernah menanyakan langsung pada Fina tentang hal
ini. “ Apa karena hasil audisi kemarin , lalu sikapmu menjadi berubah?”
tanyanya suatu hari.
“Nggak ada hubungannya dengan audisi. Aku hanya sedang
sibuk dan aku tak ingin diganggu siapapun.” Jawab Fina dengan ketus.Hal itu
berlangsung sampai hari ini. Hari ketika pementasan akhirnya akan digelar.
![]() |
| Pict: notjustatourist dot com |
Sepergi
Fina, Alia meneruskan aktifitas. Setelah
yakin semua barang sudah masuk tas, segera disambarnya kunci mobil. Sebuah city
car yang dibeli dari hasil menari selama ini. Alia sering diundang ke acara-acara
pernikahan maupun acara kantor untuk menari. Penghasilannya lumayan untuk
membiayai kebutuhan sehari-hari dan sedikit menabung.
Alia
melihat jam tangannya. Hari sudah hampir gelap, ia harus bergegas. Persiapan
pementasan pasti membutuhkan waktu yang lama. Akan ada gladi resik terakhir, make up, kostum,
briefing, dan lain-lain.
Alia
melajukan mobil agak kencang. Ia tak ingin terlambat sampai di lokasi acara.
Kalau ia terlambat maka semua akan kacau. Ia tak ingin mengecewakan Kak Bara
dan teman-teman lainnya yang sudah bersusah payah untuk pementasan ini.
Sesampai di gedung, dilihatnya
poster besar terpampang di depan pintu masuk. Namanya tertulis jelas 'Alia
Jasmine' . Sebentuk rasa bangga memenuhi dada.
Pukul
20.00 WIB, acara dimulai. Alia tampil dengan sempurna. Hanya saja ia tak
mengerti, mengapa Fina juga ikut tampil bersamanya. Bukankah seharusnya Fina hanya
peran pengganti? Hingga akhir pementasan, Fina masih saja tampil memerankan
peran utama milik Alia.
Pementasan berjalan
lancar. Tepuk sorai penonton tak henti memberikan apresiasi. Alia menatap
semuanya dari atas panggung. Dilihatnya teman-teman sesama penari. Fina bahkan
berdiri di sampingnya. Memakai baju dan asesoris yang sama dengan Alia. Senyum
teman serumahnya itu lebar.
*****
Di IGD Rumah Sakit, suasana
nampak sibuk. Seorang pasien bersimbah darah di salah satu brankar. Dokter dan
perawat jaga sedang memberi pertolongan. Namun sudah lebih dari 15 menit tak
ada tanda-tanda kehidupan. Pasien itu dinyatakan telah meninggal. Seorang
perawat menuliskan namanya pada sebuah formulir. Nama: Alia Jasmine, waktu
kematian: 19.37 WIB.
**TAMAT**




































Nice story
BalasHapusJadi ingat film black swan
BalasHapus